Sepertianak anak panti asuhan, lansia, disabilitas dan permasalahan sosial yang hidup di masyarakat. Namun dengan adanya profesi pengasuh dan pemerhati sosial, mereka dapat tertolong dan bisa kembali membangun harapan, dengan berdirinya lembaga lembaga pengasuhan yang diinisiasi para profesi pengasuh ini. Cakung Jakarta Timur 13920. Telp Jakarta- . PT Pertamina (Persero) memberdayakan panti asuhan, panti werdha, dan panti disabilitas di Jakarta agar bertahan menghadapi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. BidangKesejahteraan Sosial KEGIATAN BIDANG KESEJAHTERAAN SOSIAL Terdiri Dari : Panti Asuhan Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan personel TNI Angkatan Laut khususnya bagi anak-anak yatim, yatim piatu dan anak-anak Keluarga Besar TNI Angkatan Laut (KEBAL) yang kurang mampu ditetapkan Yayasan Sosial Bhumyamca (YASBHUM) sebagai Pembina Panti Begitubanyak industri yang terdampak akibat pandemi COVID 19. Tak hanya sektor industri, organisasi nirlaba/non profit seperti panti jompo, panti asuhan, panti sosial remaja dan disabilitas juga merasakan dampak dari pandemi. Menyadari hal ini, fintech peer to peer lending (P2P) AsetKu bergerak memberikan bantuan untuk panti di sekitar Jakarta Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Panti sosial di DKI Jakarta berjumlah 43 panti dengan kapasitas orang bagi anak terlantar, lansia, disabilitas, balita dan lain-lain sesuai dengan jenis pantinya. Fasilitas panti sosial yang disediakan oleh Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terdiri dari beberapa jenis panti. Terdapat 9 panti untuk Disabilitas Mental dengan kapasitas total orang yang tersebar di hampir seluruh wilayah kota administrasi DKI Jakarta, yakni 4 di Jakarta Timur, 3 di Jakarta Barat, sedangkan di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara masing-masing 1 panti. Panti untuk kategori anak juga berjumlah 9 buah dengan kapasitas total anak. Panti untuk anak diperuntukkan bagi anak-anak terlantar terdapat 3 di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Utara, dan Selatan masing-masing 1, disabilitas anak di Jakarta Barat, hingga penitipan bagi anak yang kedua orang tuanya bekerja terdapat di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Panti untuk Lansia juga sebanyak 9 buah dengan daya tampung total orang, sebanyak 4 panti di Jakarta Timur, 3 di Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Selatan masing-masing 1 panti Lansia. Sumber Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Panti-panti tersebut juga disediakan untuk masyarakat yang membutuhkan lainnya seperti disabilitas fisik, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial PMKS seperti tuna karya dan tuna wisma, remaja putus sekolah, korban tindak kekerasan, orang terlantar dan musibah lainnya, balita terlantar, tuna netra, hingga Wanita Tuna Susila WTS hasil penertiban semua dibina demi kemandirian dan kehidupan yang layak. Penulis Adhitya Akbar Editor Hepy Dinawati Kami memberikan sebanyak 38 paket sembakoJakarta ANTARA - Polres Metro Jakarta Selatan memberikan bantuan ke panti asuhan anak berkebutuhan khusus disabilitas di Panti Asuhan Bhakti Luhur, Lebak Bulus, Cilandak. "Saya bersama Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key dan Polisi Wanita Polrestro Jaksel ke anak-anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Bhakti Luhur dalam rangkaian ulang tahun ke-73 Polda Metro Jaya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Rabu. Ary menuturkan pihaknya rutin melakukan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Dalam kesempatan ini, pihaknya memberikan bantuan berupa sembilan bahan pokok sembako agar warga bisa memanfaatkannya sebagai kebutuhan sehari-hari. Baca juga Pemkot Jaksel pastikan penyandang disabilitas mendapat pelatihan kerja Selain itu, pihaknya menyampaikan apresiasinya kepada para suster yang tulus merawat dan membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus layaknya orangtua bagi mereka. "Kami memberikan sebanyak 38 paket sembako yang satuan paketnya terdiri dari beras lima kg, minyak satu liter, gula satu kilogram dan mie instan lima bungkus sebagai bantuan untuk adik-adik Panti Asuhan Bhakti Luhur," jelasnya. Harapan Ary dengan adanya bantuan ini anak-anak merasa diperhatikan dan terus ceria serta semangat menjalani masa depannya. Dalam video di Instagram pribadi Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi adeary_millcop_jakartaselatan, tampak dirinya begitu akrab bermain dan bercengkrama bersama anak-anak di panti asuhan. Baca juga Parekraf Jaksel fasilitasi musisi disabilitas hibur wisatawan Cirebon Tak lupa, pihak kepolisian dan panti asuhan mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak. "Kalau ada permintaan bantuan bisa hubungi kami 24 jam dan mari sama-sama sebagai warga Jakarta Selatan ke panti asuhan untuk saling membantu," katanya kepada para pengurus panti asuhan. Ke depannya, Ary berharap pihak kepolisian terus mengayomi dan melindungi masyarakat salah satunya terus memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Baca juga Pemkot Jakbar jemput bola penyandang disabilitas yang ingin buat KTPPewarta Luthfia Miranda PutriEditor Edy Sujatmiko COPYRIGHT © ANTARA 2022 Namanya panti asuhan sedih yaJakarta ANTARA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta alokasikan anggaran untuk renovasi bangunan panti sosial asuhan di bawah naungan Dinas Sosial Jakarta yang mengalami kerusakan, salah satunya Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Duren Sawit, Jakarta Timur. "Namanya panti asuhan sedih ya, tadi juga Bu premi minta bisa di rehab renovasi, jadi ga tau keburu ga, keburu ya, kan di akhir di 2024. Bu premi tolong ajukan rehab- rehab panti asuhan yang di bawah naungan Dinsos," kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat menghadiri pemberian simbolis santunan kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dan dhuafa di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin. Heru pada kesempatan itu melihat sekeliling bangunan panti asuhan itu yang mengalami kerusakan, seperti beberapa plafon gedung yang sudah jebol dan cat yang sudah memudar. Dia pun meminta Kepala Dinas Sosial Kadinsos DKI Jakarta Premi Lasari untuk segera mengajukan renovasi panti sosial asuhan di bawah naungan Dinsos. Pj Gubernur DKI Jakarta juga menyoroti kurangnya moda transportasi warga binaan panti untuk Kota Administrasi Jakarta Timur Muhammad Anwar juga mengaku prihatin dengan kondisi panti asuhan tersebut. Oleh karena itu, Anwar berharap langkah tersebut segera dilakukan, terkhusus Kepala Dinas Sosial yang akan mengajukan permohonan renovasi. "Tentunya, pak Gubernur sangat prihatin sekali, rencana mengarahkan untuk renovasi gedung panti ini dengan kondisi yang ada, teknisnya Dinsos yang paham, jadi diharap bisa terpenuhi," jelas Anwar. Sementara itu, Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat terdapat 22 panti yang dinaungi Dinsos. Dari 22 panti tersebut terdapat lima rumpun, yakni anak, lansia, disabilitas, remaja, juga pengemis, hingga keseluruhan mencapai orang. "Memang dari 22 panti yang ada di DKI Jakarta itu dibangun tahun 2005, sehingga banyak sekali bangunan-bangunan yang sudah tidak layak, sehingga tadi pak gubernur mengarahkan untuk kami mengusulkan," kata Kepala Dinas Sosial Kadinsos DKI Jakarta Premi Lasari. Dia berharap pembangunan tersebut segera dilakukan dalam waktu dekat, seusai melewati beberapa prosedur. Pewarta Syaiful HakimEditor Ganet Dirgantara COPYRIGHT © ANTARA 2023 › Humaniora›Panti Asuhan Berjibaku Agar... Beberapa panti asuhan masih menggantungkan hidup dari para donatur. Mereka ingin bertahan secara mandiri, tetapi masih menghadapi banyak kendala. KOMPAS/RIZA FATHONIAnak-anak penghuni Panti Asuhan Tebet, Jakarta memanfaatkan waktu libur dengan membaca buku, Minggu 30/10/2022. Panti tersebut dihuni oleh 45 anak. Sebagian anak-anak terpaksa tinggal di panti asuhan karena orangtuanya menyerahkan pada panti karena tak mampu membiayai hidup. JAKARTA, KOMPAS - Beberapa panti asuhan masih menggantungkan hidup dari para donatur. Panti asuhan terus berupaya bertahan hidup ketika menghadapi pandemi Covid-19. Mereka ingin mandiri, tetapi masih terkendala banyak dan Ketua Bidang Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten, Renowati Hardjosubroto mengatakan, hingga saat ini yayasan sayap ibu Provinsi Banten masih bergantung 90 persen pada donatur. Selain dari donatur, panti asuhan anak disabilitas itu juga mendapatkan dana dari pemerintah, komunitas, dan tanggung jawab sosial perusahaan CSR. Reno mengungkapkan, selama pandemi, sumbangan dari para donatur turun drastis lebih dari 50 persen, meski saat ini situasinya mulai berangsur membaik. “Tidak bisa seperti sebelum pandemi ya, sekarang sekitar 70 persen pendapatan dari para donatur,” ujar Reno di Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten, Tangerang Selatan, Senin 31/10/2022.Baca juga Rumah Bagi Mereka yang Punya Mimpi KuliahMIS FRANSISKA DEWISekretaris dan Ketua Bidang Pengembangan dan Pelayanan Masyarakat Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten, Renowati HardjosubrotoMenyadari tidak bisa bergantung dari para donatur, pihak Yayasan Sayap Ibu Bintaro juga menghubungi berbagai perusahaan, relasi, maupun kenalan untuk meminta sumbangan. Menurut dia, menghubungi berbagai relasi sangat penting apalagi ketika kondisi pandemi mengungkapkan, walaupun ketika menghubungi donatur nominal sumbangan yang didapatkan tidak seperti biasanya, tetapi paling tidak masih ada simpatisan. Oleh karena itu, faktor kepercayaan menjadi sangat menghubungi donatur, pihaknya juga harus mengirimkan laporan penggunaan dana yang diterima. Apa yang diberikan donatur semuanya ditulis secara rinci dalam laporan.“Sebagian besar ingin membantu. Tapi, kalau kita tidak memberi tahu apa yang dibutuhkan, mereka juga tidak tahu. Makanya, kita tindak lanjuti. Harus aķtif ya, karena tidak bisa menerima bantuan begitu saja,” jangka panjang, berbagai rencana telah dibuat seperti sekolah khusus, usaha laundry, kebun sensorik, dan rumah transisi. Hal itu mereka lakukan untuk memenuhi hak anak-anak disabilitas untuk bekerja. Mereka menyadari anak-anak disabilitas sulit mendapatkan pekerjaan di perusahaan karena untuk beraktivitas pun masih perlu bantuan orang menceritakan, usaha laundry yang dibuat akan memberdayakan anak-anak disabilitas seperti mengangkat pakaian kotor ke kursi, memencet tombol mesin cuci, dan mencatat. “Sekecil apapun itu usaha dia dan akan diberi upah, itu bentuk apresiasi dan memenuhi hak hidup mereka,” itu juga ada sekolah khusus untuk pendidikan setara SD, SMP, dan SMA. Saat ini, sudah ada sekolah di yayasan tersebut, tetapi masih terbatas karena minimnya menghubungi donatur, pihaknya juga harus mengirimkan laporan penggunaan dana yang diterima. Apa yang diberikan donatur semuanya ditulis secara rinci dalam sekolah itu sudah dibangun, maka anak disabilitas dari luar yayasan juga bisa sekolah di sana. Selain itu, sekolah tersebut juga bisa menjadi tempat penyuluhan untuk ibu-ibu muda yang melahirkan anak-anak dengan disabilitas.“Sekolah yang ada saat ini masih kelas percontohan, gantian datangnya karena mereka sekolah tiga hari sekali. Kalau kita buat sekolah baru akan cukup untuk 100 anak jadi satu hari bisa satu pelajaran,” Reno, pihaknya membuat lahan usaha pekerjaan untuk masa depan anak disabilitas dan juga Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten. Perencanaan tersebut akan berdampak pada anak-anak disabilitas dan juga tersebut sudah berjalan, tetapi masih butuh modal yang banyak. Ia mengajak masyarakat untuk peduli terhadap anak-anak disabilitas.“Kita butuh tangan masyarakat untuk sama-sama membangun anak ini agar tidak menjadi beban pemerintah. Dia bisa hidup mandiri dan percaya dengan dirinya sendiri,” FRANSISKA DEWIKepala Panti Asuhan Kampung Melayu, Ujang SupratmanSelain Yayasan Sayap Ibu Bintaro, Panti Asuhan Kampung Melayu, Tebet, Jakarta Selatan juga mengandalkan donatur sebagai pemasukan panti asuhannya itu. Kepala Panti Asuhan Ujang Supratman mengungkapkan, belum ada unit usaha yang bisa menutupi kebutuhan biaya hidup anak ini, Panti Asuhan Kampung Melayu memiliki unit isi ulang air minum sumbangan dari donatur.“Pendapatan isi ulang untuk membantu kebutuhan anak asuh, tetapi itu tidak seberapa,” kata menceritakan, kondisi awal pandemi membuat keadaan panti asuhan semakin sulit karena pendapatan dari para donatur tetap turun drastis hingga 70 persen. Meski kondisi keuangan panti asuhan belum bisa normal, panti asuhan tersebut tetap mempertahankan anak-anak asuh dan tidak mengembalikan ke keluarganya.“Bersyukur kita masih bisa hidup, anak masih bisa makan. Bagaimana caranya kita selalu menelpon donatur. Saya tidak pernah pesimis pasti ada jalannya. Kita percaya anak-anak panti ini sudah dikasih rezeki oleh Allah SWT,” Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Kanya Eka Santi mengatakan, bantuan pemerintah telah diberikan melalui berbagai program, seperti Program Keluarga Harapan dan Asistensi Rehabilitasi Sosial Atensi.Baca juga Anak-anak Panti Tetap Bisa Sukses Meraih Masa DepanPemerintah juga melakukan pemberdayaan sosial, pembekalan keterampilan, hingga bantuan usaha kepada keluarga anak. ”Bantuan itu bertujuan agar keluarga berdaya dan mampu mengasuh anak. Dengan demikian, anak tidak perlu diserahkan ke panti asuhan,” kata Kanya. EditorALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

panti asuhan disabilitas jakarta